Entries from December 2007
“The problem is never how to get new, innovative thoughts into your mind, but how to get the old ones out”. Dee Hock (founder and former CEO of the VISA)
Taruhan! Apa yang anda ingat tentang belajar ketika dibangku sekolah dulu (atau sekarang)? Saya sendiri yang teringat…belajar itu menghafalkan….iyalah memahami….tapi menghafalkan juga kan?….
Saya terprovokasi oleh sebuah tulisan di blognya mas dani (learn unleraning) dan kemudian saya baca kembali di presentasinya tom peters (forget>learning). Sangat terprovokasi…..dan akhirnya dapat juga. Ada beberapa kejadian menarik yang saya alami. Pertama, tentang praktek membuat susu Damai. Kedua, tentang perubahan perilaku berlalulintas di kampus. Bahwa ternyata yang paling sulit dari belajar, bukanlah menerima ide baru atau melakukan perilaku baru….yang paling sangat sulit adalah melupakan ide lama atau perilaku lama. Begini contohnya… (more…)
Categories: Appreciative Inquiry · The Dancing Leader
Tagged: belajar, learning, pemimpin, The Dancing Leader
kolom appreciative life
Seri The Dancing Leader
Hari-hari ini. Saya lagi menikmati lejitan keasyikan Damai, putri semata wayang, dalam berceloteh. Satu kata demi satu kata. Tiba-tiba dalam usianya yang masih belum genap 2 tahun, melejit menjadi dua, tiga bahkan empat kata. Kemarin setelah mandi, Damai menolak pakaian yang akan dipakaikan oleh ibunya buat dirinya. “meme ndak mau ini…yang lain…meme pakai kaos aja…”. Bagi mereka yang memperhatikan anaknya bermain bahasa, setiap tahapannya merupakan keajaiban kecil yang mewarnai hari. Kok ajaib? Bayangkan, anak kita yang sama sekali tidak paham alfabet, bisa-bisanya menggunakan kata dan kalimat menarik.
Lain lagi kisah teman saya yang imut, dewi paling suka menyanyi di karaoke. Kalau sudah nyanyi,
habis-habisan katarsis. Menumpahkan seluruh beban dan rasa. Bagaimanapun, saya harus acungi jempol. Habisnya, saya sendiri kalau nyanyi selalu konsisten. Konsisten di luar jalur. Alias fals terus. Herannya, dewi dan saya itu sama-sama tidak bisa membaca not balok. Tidak tahu tata cara menyanyi yang baik dan benar.
Apa yang bisa kita pelajari dari dua contoh tersebut? Secara alami. Secara manusiawi. Kita melakukan segala sesuatunya dengan memahami pola terlebih dahulu, bukan elemen-elemennya. Memahami maksud dan kalimat yang mengandung maksud itu. Bukannya mengenali dan menghafalkan abjad terlebih dahulu. Memahami ritme dan memproduksi suara sesuai ritme itu. Bukannya mengenali not balok dan menghafalkannya terlebih dahulu. Terus terang. Saya minta ampun kalau disuruh ngajari abjad demi abjad ke Damai. Dan lebih minta ampun lagi, kalau disuruh mengenali dan menghafalkan not balok.
Intinya. Kenali pola. Apa pentingnya? Makna suatu pola jauh melampui penjumlahan elemen-elemen pembentuknya. Semisal, 3 warna dasar (merah, hijau dan biru) bisa membentuk sebuah lukisan yang indah. Garing kalau kita menikmati lukisan indah itu dengan mengenali warna dasar yang digunakan. Mahakarya Beethoven “Fur Elize”, Mais Que Nada dari Sergio Mendez, maupun Menghapus Jejakmu Peter Pan diciptakan dari hanya 12 not musik. Dashyat! Seluruh revolusi komputer dan jaman informasi sekarang berpijak pada dua digit, nol dan satu.
(more…)
Categories: The Dancing Leader
Tagged: berpikir sistem, The Dancing Leader
Appreciative Life
Siapakah mereka yang menari?

Kenal dengan nama-nama ini? William Suryadjaya, Dahlan Iskan, Jakob Oetama, dan Robby Djohan. Atau Soekarno, Hatta, Soeharto, Gus Dur dan Megawati. Atau Donal Trump, Goerge Soros, Steve Job, Bill Gates dan Rupert Murdoch. Atau Mahatma Gandhi, Nelson Mandela, Martin Luther King dan Ahmadinejad. Bila tidak semua, saya yakin pasti kenal salah satu diantaranya.
Kira-kira, apa faktor yang membuat mereka menjadi orang terhormat? Apa faktor yang membuat mereka menjadi pemimpin? Mungkin ada diantara anda yang menjawab, visi, kesederhanaan, kecerdasan emosional, kemampuan persuasi, keberanian. Mungkin yang lain menjawab kerendahan hati, keteladanan, kreativitas, inovasi. Bahkan mungkin yang lain, masih mempunyai jawaban yang berbeda.
Tak heran kemudian bila kita mengenal banyak model pemimpin. Kepemimpinan dengan begitu banyak nama. Mana yang benar? Mana yang tepat?
Pertanyaannya justru….Kenapa kita sangat tertarik untuk mencari kesamaan faktor yang membuat orang sukses sebagai pemimpin? Kenapa harus faktor tunggal atau satu model untuk menjelaskan semua orang?
Mari kita membayangkan kembali, sosok dan kiprah nama-nama pemimpin yang tersebut diatas. Apa sifat atau tindakan yang menonjol pada setiap mereka? Bukankah mereka masing-masing mempunyai kekuatan uniknya?
(more…)
Categories: The Dancing Leader
Tagged: dancing, leader, menari, pemimpin

Pertanyaan kita adalah diri kita.
Pertanyaan kita membentangkan jalan kehidupan yang akan kita tempuh. Jalan yang menjadikan kita seperti saat ini.
Apa pertanyaan yang paling sering muncul di benak anda? Perhatikan. Sadari bagaimana pertanyaan itu memandu langkah anda. Lihatlah bagaimana anda berkutat mencari jawaban-jawaban yang lebih memuaskan atas pertanyaan itu. Sayang, semakin anda berkutat maka semakin anda terpengaruh oleh kekuatan pertanyaan itu. Semakin anda dibawah pengaruh pertanyaan itu.
Pertanyaan semacam apa yang paling sering terbayang dalam pikiran anda? Apakah pertanyaan seperti “Siapa yang salah?”? Atau “Apa yang salah”? Rasakan bagaimana pertanyaan itu mempengaruhi anda! Lihatlah bagaimana pertanyaan itu menular, menciptakan pertanyaan-pertanyaan serupa. “Apa yang salah dengan diri saya?” “Apa yang salah di tempat ini?”
Pertanyaan-pertanyaan yang akan membuat kita melahirkan respon-respon yang reaksioner. Tindakan kita tergantung pada tindakan orang lain. Tindakan kita tergantung situasi. Kita terpaku pada situasi yang ada. Terwujudlah relasi kalah-menang. Akibatnya, orang lain pun akan merespon dengan cara yang serupa. Mulailah lingkaran setan menyalahkan terbentuk. Kita gagal melihat alternatif yang berbeda. Kita gagal berpikir kreatif. Masuk dalam kubangan lumpur, kata Marilee Adams, Ph.D.
Lalu bagaimana? Gampang banget! (more…)
Categories: Appreciative Inquiry
Tagged: Appreciative Inquiry, hidup, mengubah, pertanyaan