appreciative organization

Siapakah mereka yang menari?

December 1, 2007 · 5 Comments

Appreciative Life

Siapakah mereka yang menari?

Kenal dengan nama-nama ini? William Suryadjaya, Dahlan Iskan, Jakob Oetama, dan Robby Djohan. Atau Soekarno, Hatta, Soeharto, Gus Dur dan Megawati. Atau Donal Trump, Goerge Soros, Steve Job, Bill Gates dan Rupert Murdoch. Atau Mahatma Gandhi, Nelson Mandela, Martin Luther King dan Ahmadinejad. Bila tidak semua, saya yakin pasti kenal salah satu diantaranya.

Kira-kira, apa faktor yang membuat mereka menjadi orang terhormat? Apa faktor yang membuat mereka menjadi pemimpin? Mungkin ada diantara anda yang menjawab, visi, kesederhanaan, kecerdasan emosional, kemampuan persuasi, keberanian. Mungkin yang lain menjawab kerendahan hati, keteladanan, kreativitas, inovasi. Bahkan mungkin yang lain, masih mempunyai jawaban yang berbeda.

Tak heran kemudian bila kita mengenal banyak model pemimpin. Kepemimpinan dengan begitu banyak nama. Mana yang benar? Mana yang tepat?

Pertanyaannya justru….Kenapa kita sangat tertarik untuk mencari kesamaan faktor yang membuat orang sukses sebagai pemimpin? Kenapa harus faktor tunggal atau satu model untuk menjelaskan semua orang?

Mari kita membayangkan kembali, sosok dan kiprah nama-nama pemimpin yang tersebut diatas. Apa sifat atau tindakan yang menonjol pada setiap mereka? Bukankah mereka masing-masing mempunyai kekuatan uniknya?

Semisal, Bung Karno terkenal dengan orasinya yang berkobar-kobar dan memikat hati pendengarnya. Kapasitas ini adalah salah satu yang membuat Bung Karno menjadi pemimpin yang dirindukan rakyatnya. Pemimpin yang menarikan tarian kata-kata. Penari yang menarikan tariannya sepenuh hati, sepenuh diri dan sepenuh jiwa. Tetapi jangan harap kapasitas tersebut pada pemimpin lain. Walau saya yakin setiap orang pasti bisa orasi. Termasuk saya. Tetapi beda level. Level kamar mandi mungkin.

Beda lagi dengan pemimpin lain. Ambillah contoh, Steve Job. Kita akan kecewa kalau mengharapkan orasi berkobar keluar dari seorang Steve Job. Presentasinya menari, tetapi sama sekali jauh dari kesan berkobar. Tarian yang selalu ditunggu-tunggu oleh banyak orang adalah tarian ide inovatifnya. Visinya tentang teknologi melompat jauh ke depan. Dan karena itulah, Steve Job menjadi pemimpin.

Saya mencoba mencari penjelasan berbeda. Keluar dari cara pandang baku. Kemungkinannya……kepemimpinan bisa jadi bukanlah tentang sifat/karakter/kapasitas/kepribadian yang ada pada seseorang. Kepemimpinan mungkin bukan mengenai perilaku atau tindakan yang dilakukan seseorang. Kepemimpinan bukan juga perdebatan apakah pemimpin dilahirkan atau hasil didikan.

Lalu bagaimana penjelasannya? Mungkin kepemimpinan sesungguhnya mengenai bagaimana kita memijarkan kekuatan unik dalam diri kita! Apapun keunikannya itu. Bisa kerendahan hati. Bisa keberanian. Bisa kemampuan mempengaruhi. Bisa inovasi. Bisa kecerdasan emosional. Bisa yang lainnya juga.

Bagaimana komentar anda mengenai ide itu? Mungkin ada yang setuju. Mungkin ada yang tidak setuju. Dan pasti ada yang cuek-cuek saja. Anggaplah ide itu bisa lebih menjelaskan fenomena kepemimpinan.

Konsekuensinya, semua orang dapat menjadi pemimpin. Bukankah setiap orang dilahirkan sebagai pemimpin di muka bumi ini? Tantangan utamanya. Bagaimana kita menemukan kekuatan unik diri kita masing-masing sebagai seorang pemimpin. Bagaimana kita dapat menemukan kekuatan unik tersebut?

Saat ini, saya sedang tertarik dengan ide Marcus Buckingham dalam buku cerdasnya, GO, Put Your Strengths to Work. Ia mengajukan sebuah rumus ajaib untuk mengenali kekuatan unik kita. Sungguh-sungguh kekuatan unik. Apa itu kekuatan? Kekuatan kita adalah aktivitas-aktivitas yang membuat kita merasa kuat. Dimana aktivitas ini harus mengandung tanda kekuatan yaitu SIGN. Untuk mengidentifikasinya, memperhatikan perasaan kita sebelum, selama dan setelah melakukan aktivitas yang kita lakukan secara teratur dalam seminggu.

Apa itu SIGN? S untuk Success yaitu aktivitas yang berhasil. I untuk Instinct yaitu aktivitas yang membuat kita tertarik dan tertantang melakukannya. G untuk Growth yaitu aktivitas yang membuat kita merasa ingin tahu dan fokus menyelesaikannya. N untuk Need yaitu aktivitas yang membuat kita merasa memiliki kebutuhan untuk melakukan aktivitas secara berulang, lagi dan lagi. Kita perlu untuk menyadari apa yang menjadi I-kita (instinct), G-kita (growth), dan N-kita (needs) karena hal-hal tersebut akan mendorong lahirnya S-kita (success).

SIGN dapat menjadi panduan praktis bagi kita untuk menemukan kekuatan unik kita masing-masing. Sekali kita temukan. Cobalah tarikan kekuatan unik anda. Pijarkan di lingkungan terkecil. Nikmati dalam setiap aktivitas. Ketika kita bisa menikmati tarian itu, maka kita sudah menapak jalan kepemimpinan kita. Karena,

The truest expression of a people is in its dance and in its music. Bodies never lie. ~Agnes de Mille

Budi Setiawan, M.Psi. Pendidik di Fakultas Psikologi Unair. LP3T Pelopor Psikologi Positif

Categories: The Dancing Leader
Tagged: , , ,

5 responses so far ↓

  • MD // November 8, 2007 at 10:30 am | Reply

    ayo Beki, Terus kan lah. Nanggung nih. …

    Ada sedikit pertanyaan usil : Setiap orang dilahirkan sebagi pemimpin dimuka bumi? … yang bener aja….. Apa contohnya…

  • 25 // December 8, 2007 at 8:39 am | Reply

    Contohnya???
    Banyak. Ada di sekitar kita.
    Hanya saja yang patut dicatat, walau setiap orang terlahir sebagai pemimpin, tidak semuanya berhasil menjadi pemimpin, bahkan dalam memimpin diri mereka sendiri.
    Oleh karena itu, tidak semua orang terlihat sebagai pemimpin, walau
    sebenarnya mereka semua terlahir sebagai pemimpin.

  • budi prakoso // May 15, 2008 at 5:16 am | Reply

    setiap orang dilahirkan untuk menjadi khalifah/pemimpin di muka bumi; ya jeas lah, dah jd sunnatullah/SOPnya semesta alam! asal jgn mengecilkan arti pemimpin itu lo! soalnya tukang becak jg pemimpin, at least bg dirinya sendiri, jd kalo si anu tukang becak selama hidupnya, ya karena itulah model kepemimpinan atas dirinya sendiri yang si anu pilih.
    ga bakalan si anu tkg becak berubah nasibnya/cara dia memimpin kalo dia sendiri yg ga merubahnya. Mau di nasihati ribuan kali, di beri panduan, di training, kek, atw segala macam yg berasal dr pihak luar alias eksternal, ga ada jaminan bahwa si anu bisa berubah kecuali si anu sendiri yg memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sbg tukang becak dan memulai karirnya sebagai, misalnya, tukang gorengan!
    kalo dikaitkan dg SIGN, ya itulah tanda2nya seseorang bisa sukses atau tidak, kembali ke diri pribadi masing masing. Toh, YME sdh melakukan implantasi servo mekanisme sukses & servo mekanisme belum sukses. Manusia lah yg memilih untuk menggunakan servo yg mana. Makanya juga dikenal ada istilah nurani dan nalar. Hati dan pikiran. Seringkali berbenturan. Saya mo jd orang sukses! Saya mo jd presiden! Saya mo jd pebisnis ulung! Tapi hatinya berontak! Ga bisa jd apa yg diidamkan..
    Gitu kira-kira yg bisa saya sumbangkan untuk forum ini nih.

  • The Dancing Leader « appreciative organization // July 2, 2008 at 2:30 am | Reply

    [...] Manis The Dancing LeaderSiapakah mereka yang menari?Mengenali pola, lahirkan perubahanMencegah perasaan negatif dengan SOARMenciptakan Budaya Organisasi [...]

  • baitul alim // October 6, 2009 at 5:33 pm | Reply

    Pemikiran yang memang bagus menurut saya, mencoba keluar dari aturan baku. tetapi banyak orang yang memang menggunakan jalan yang baku untuk mengklasifikasikan seorang pemimpin. Sehingga dapat diketahui manakah pemimpin yang baik, cocok dan dibutuhkan dalam memimpin suatu organisasi bahkan suatu negara….

Leave a Comment