Sharing Praktek-Praktek Kreatif di Indonesia
- Singgih Susilo Kartono (www.magno-design.com)
- Mira Lesmana (Laskar Pelangi) (http://id.wikipedia.org/wiki/Mira_Lesmana)
Sharing Kepemimpinan dalam Mendesain Organisasi Kreatif
- Anis Bawesdan (http://en.wikipedia.org/wiki/Anies_Baswedan)
- Dr. Seger Handoyo (Pengajar MPPO)
Membangkitkan multi kekuatan Indonesia Kreatif
- Dynand Faris (http://www.jemberfashioncarnaval.com/)
- Menteri Perdagangan (Penggagas rencana pengembangan ekonomi kreatif Indonesia 2025)
Kekayaan alam adalah anugerah yang harus disyukuri. Tetapi perlu lebih dari itu untuk membangun indonesia yang sejahtera dan berkeadilan. Perlu kreativitas lebih. Paduan imajinasi, hasrat, keterampilan teknis dan tindakan nyata yang menghasilkan karya-karya kreatif yang melejitkan nilai lebih bagi bangsa Indonesia, mengkreasikan Indonesia Kreatif.
Secara individual, tak pantas kita meragukan bangsa Indonesia. Kita terdiri dari orang-orang yang unggul. Tetapi perlu lebih dari individu yang unggul untuk membangun Bangsa Indonesia. Perlu organisasi dan sistem yang memberdayakan dan mensinergikan keunggulan individu dengan berbagai sumber daya yang kita miliki.
Upaya menciptakan Indonesia kreatif sangat beralasan. Sektor industri kreatif ini memiliki kontribusi ekonomi yang signifikan bagi perekonomian Indonesia, dapat menciptakan iklim bisnis yang positif, dapat memperkuat citra & identitas bangsa Indonesia, mendukung pemanfaatan sumber daya yang terbarukan, merupakan pusat penciptaan inovasi dan pembentukan kreativitas, dan memiliki dampak sosial yang positif [1].
Bahkan, cercahan cahaya yang menerangi Indonesia kreatif tampak pada karya nyata para orang muda yang menjadi pelaku kreatif. Karya kreatif mereka diakui tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di manca negara. Indonesia kreatif telah menjadi komitmen pemerintah Indonesia, terlihat dari upaya menyusun Pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia 2025.
Institusi pendidikan merupakan pilar ketiga dalam model pengembangan ekonomi kreatif yang disebut sebagai Pola Interaksi Triple Helix. Oleh karena itu, MPPO (Magister Perubahan dan Pengembangan Organisasi) Fakultas Psikologi Universitas Airlangga berupaya mempelopori perluasan ruang partisipasi[2] yang memungkinkan sharing dan konsensus kreativitas bagi parapihak dalam kegiatan yang kami sebut sebagai Shared Learning MPPO Jilid II.
Tujuan
- Menciptakan ruang pertukaran kreativitas para pihak dalam konteks Indonesia Kreatif
- Mempromosikan kreativitas sebagai brand bangsa Indonesia dalam mewujudkan kualitas hidup yang tinggi
- Menstimulasi para pihak untuk lebih berpikir terbuka, berani mencoba ide baru dan berani menerima perbedaan dalam kerangka Indonesia Kreatif
- Menstimulasi para praktisi perubahan dan pengembangan organisasi agar menjadi lebih berani mengkreasikan gagasan keorganisasian yang mendukung Indonesia Kreatif
Manfaat
Bagi Pelaku Kreatif
- Mendapat ajang mengekspresikan energi kreatif secara terbuka, unik dan bebas
- Mendapat ajang berinteraksi dengan pelaku kreatif lain dalam memperkaya energi kreatif yang telah ada
Bagi Kalangan Bisnis
- Menggandakan citra sebagai pengusung ekonomi kreatif yang sangat kuat di mata orang muda
- Menemui ide dan pelaku kreatif yang selaras dalam suatu bidang bisnis tertentu (Business Matching)
Bagi Cendekiawan
- Adanya ajang untuk mempresentasikan model keilmuan kreatif sebagai cikal bakal produk inovatif
- Adanya stimulasi untuk menggagas dan mempromosikan model pendidikan kreatif
Bagi Pemerintah
- Mendapat sokongan dalam mengkonsolidasikan kekuatan-kekuatan kreatif di daerah maupun nasional
- Melejitkan energi masyarakat untuk berkreasi secara kreatif sehingga memperluas kemungkinan penciptaan lapangan kerja
Bagi Praktisi Perubahan dan Pengembangan Organisasi
- Mendapat pemahaman akan “dunia” kreatif yang menjadi inspirasi dalam menggagas model organisasi kreatif
- Mendapat kesempatan mengeksperimentasikan model organisasi kreatif kepada masyarakat luas
Tema Kegiatan Shared Learning MPPO Jilid II:
Dari Ide Kreatif Menuju Indonesia Kreatif: Bagaimana Mendesain Organisasi Kreatif ?
Jumat, 26 Februari 2009 - 15.00 – 22.30 WIB
Alternatif Tempat: Hallo Surabaya (Square Terluas di Surabaya) atau SuToS (Surabaya Town Square)
Format Acara
Acara ini akan mengimprovisasi keberhasilan Shared Learning MPPO Jilid I, dengan mensintesakan metode Accelerated Learning dan World Cafe Conversation. Kedua teknologi partisipatif yang inovatif ini dimaksudkan agar partisipan dapat berpartisipasi penuh sebagai sumber pembelaran dan pembelajar.
Kami menyebut teknologi ini sebagai thematic partisipative seminar. Sebuah seminar yang memberdayakan partisipan untuk aktif mengkombinasikan inspirasi dari dirinya dengan inspirasi dari narasumber sehingga melahirkan ide-ide baru yang berbeda. Teknologi yang mengubah cara kita belajar menjadi menyenangkan, massif dan penuh gelora energi kreatif.
Setiap sumber kreativitas (narasumber) mendapat alokasi waktu tepat 30 menit untuk merefleksikan inspirasi utama yang mereka dapatkan dalam menempuh perjalanan meretas karya kreatif mereka. Pidato mereka akan dilakukan di panggung sharing yang menjadi titik perhatian utama dalam arena acara ini. Setelah 2 sumber kreativitas menyampaikan pidato mereka maka fasilitator SL MPPO akan memfasilitasi proses mengkreasikan pengetahuan luar biasa.
Susunan Acara
15.00 – 15.30 : Pembukaan: Rektor Universitas Airlangga
15.30 – 17.30 : Sharing Praktek-Praktek Kreatif di Indonesia
- Singgih Susilo Kartono (www.magno-design.com)
- Mira Lesmana (Laskar Pelangi) (http://id.wikipedia.org/wiki/Mira_Lesmana)
17.30 – 18.30 : Jazz Session
18.30 – 20.30 : Sharing Kepemimpinan dalam Mendesain Organisasi Kreatif
- Anis Bawesdan (http://en.wikipedia.org/wiki/Anies_Baswedan)
- Dr. Seger Handoyo (Pengajar MPPO)
20.30 – 22.00 : Membangkitkan multi kekuatan Indonesia Kreatif
- Dynand Faris (http://www.jemberfashioncarnaval.com/)
- Menteri Perdagangan (Penggagas rencana pengembangan ekonomi kreatif Indonesia 2025)
22.00 – 22.30 : Review Bagaimana mendesain organisasi kreatif?
Segmen Partisipan
SL MPPO Jilid II didesain agar dapat dinikmati seluas mungkin publik yang menjadi kekuatan Indonesia Kreatif. Oleh karena itu, SL MPPO Jilid II memilih tempat tempat publik yang dapat diakses publik dalam jumlah massal dan strategi tarif yang menyediakan pilihan keterlibatan secara cuma-cuma.
Target Peserta: 1000 orang
[1] Baca Pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia 2025, halaman 23
[2] Baca Pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia 2025, halaman 58
Buku 1 – RENCANA PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF INDONESIA 2009
RSS - Posts







1 response so far ↓
Ginta Naufal // October 10, 2009 at 6:44 am |
mas buki, acara ini berarti sekali lagi untuk kemajuan indonesia ditengah keberagaman yang ada
selamat mas